bangunanIstana Maimoon sendiri adalah 1262,25 m2. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian induk, sayap kiri dan sayap kanan. Bangunan ini merupakan bangunan bertingkat dua, dengan 82 buah tiang batu dan 43 buah tiang kayu, dengan lengkungan - lengkungan yang berbentuk lunas perahu terbalik dan landam kuda.
PedagangMuslim juga datang ke Indonesia untuk berdagang, dan itu selama berabad-abad. Tidak hanya dalam perdagangan, tetapi dalam pedagang Muslim dari Gujarat, Arab, dan Persia mengajarkan ajaran Islam kepada penduduk sekitar. Berikut ini adalah penjelasan lain tentang sejarah masuk dan pembangunan di Indonesia, diantaranya ialah: 1. Teori Arab.
Bahkan bukti peninggalan sejarah tersebut bisa dilihat dan dikunjungi sampai saat ini. Adapun peninggalan sejarah dari kerajaan Islam ini, antara lain: Masjid Agung Demak. Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang berdiri di masa pemerintahan Kerajaan Demak. Masjid Agung Demak sendiri berada di daerah Kauman
Vay Tiá»n Nhanh. Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan bermacam-macam suku bangsa banyak memiliki sejarah kebudayaan. Salah satunya adalah sejarah kebudayaan islam dan peninggalannya. Dahulu banyak terdapat kerajaan-kerajaan islam yang ada di Indonesia dan meninggalkan bangungan-bangungan bersejarah antara lainnya adalah bangungan masjid. Seperti dilansir berikut 10 masjid peninggalan sejarah yang ada di Indonesia. 1. Masjid Raya Baiturrahman Aceh Masjid bersejarah ini dibangung oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa masjid ini dibangun di tahun 1292 oleh Sultain Alaidin Mahmudsyah. Masji ini pernah di hancurkan oleh Belanda di tahun 1873, namun akhirnya Belanda memutuskan untuk membangun kembali masjid ini di tahun 1877. Itu dilakukan sebagai permintaan maaf atas dirusaknya bangunan masjid yang lama. Pembangunan kembali masjid baru mulai dilaksanakan pada tahun 1879. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1883 dan tetap berdiri hingga sekarang. Dan yang uniknya masjid ini tetap utuh pada saat terjadinya bencana Tsunami di tahun 2004 dan menjadi tempat pengungsian pada waktu itu. 2. Masjid Raya Medan Masjid yang dibangun pada tahun 1906 ini juga dikenal dengan nama Masjid Al-Mashun. Pembangunan masjid ini selesai pada tahun 1909 oleh Sultan Maâmum Al Rasyid Perkasa Alam. Masjid ini begitu megah karena disengaja oleh Sultan. Beliau menjadikan masjid ini harus lebih megah dari istananya yaitu Istana Maimun. Bahan bangunan dan rancangan masjid ini diimpor dari luar negeri, seperti marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia dan Jerman, dan kaca patri dari Cina, dan lampu gantung dari Prancis. Arsitek Belanda yang merancang masjid ini, JA Tingdeman merancang bangunan ini dengan corak bangunan Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah. 3. Masjid Raya Ganting Padang Menurut sejarah pembangunan masjid ini pada tahun 1700. Dan bangunannya telah beberapa kali dipindahkan sampai pada akhirnya berada di daerah Ganting, kota Padang, Sumatra Barat mulai tahun 1805. Model atap masjid ini berbentuk persegi delapan dan dibuat oleh para pekerja etnis Cina yang dahulu membantu mengembangkan bangunan ini, setelah Belanda menambahkan bangunan masjid ini sebagai kompensasi digunakannya tanah wakaf untuk jalur transportasi pabrik semen Indarung ke Pelabuhan Teluk Bayur. Sama dengan masjid baiturahman yang ada di Aceh, masjid ini juga tetap kokoh saat dilanda gempa dan Tsunami di tahun 1833. Masji ini juga pernah menjadi tempat pengungsian Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno sebelum diasingkan ke Bengkulu di tahun 1942. 4. Masjid Istiqlal Jakarta Masjid istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Pembangunannya diprakarsai oleh Bung Karno pada tahun 1951 dengan rancangan arsiteki Frederich Silaban. Pembangungan baru mulai pada tahun 1961 dan merampungkan pembangunannya pada tahun 1978. Nama masjid ini diambil dari bahasa Arab yang berarti âKemerdekaan.â Saat ini masjid negara Indonesia ini menjadi pusat perayaan berbagai acara agama umat Muslim seperti Iedul Fitri, Iedul Adha, Maulid Nabi Muhammad, dan Israâ Miâraj. Kapasitas penampungan masjid ini dapat menampung hingga 200 ribu jamaah dari satu lantai dasar dan lima lantai di atasnya. Masjid Istiqlal dibangun di atas bekas reruntuhan benteng Prins Frederik benteng milik penjajah belanda yang didirikan di tahun 1873. 5. Masjid Agung Banten Masjid ini dibangun dengan karya tangan arsitek Cina bernama Tjek Ban Tjut pada masa pemerintahan sultan pertama dari Kesultanan Banten, Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati di tahun 1560. Atap bangunan masjid ini menyerupai pagoda. Untuk menara masjid yang tingginya 24 meter itu dibangun oleh arsitek Belanda Hendrik Lucasz Cardeel. Menara tersebut berada di sisi timur dan menjadi tempat wisata karena keunikan bentuk bangunannya. Cardeel juga membangun bangunan khusus di sisi selatan masjid yang dulu digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan berdiskusi. Selain itu di sisi utara dan selatan masjid ini terdapat makam kuno para sultan Banten dan keluarganya 6. Masjid Agung Cirebon Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Pembangunannya diprakarsai oleh Sunan Gunung Jati dan dengan karya arsitek Sunan Gunung Kalijaga. Pembangunan masjid ini selesai pada tahun 1480 yang pada masa itu adalah masa penyebaran agama Islam oleh para Wali Songo. Masjid Agung beada di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat. Uniknya masjid ini mempunyai sembilan pintu untuk masuk ke ruangan utama. Sembilan pintu tersebut melambangkan kesembilan Wali Songo. Selain itu masjid Agung Cirebon juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Gunung Jati. 7. Masjid Menara Kudus Sesuai dengan namanya masjid ini dibangun oleh salah satu Wali Songo yaitu Sunan Kudus tahun 1549 di kota Kudus. Batu pertama pembangunannya batu yang berasal dari Baitul Maqdis, dari Palestina. Bentuk menara yang mirip dengan bentuk candi ini menunjukkan percampuran pengaruh kebudayaan agama Hindu dan Budha. Ini merupakan cara Sunan Kudus menyampaikan ajaran agama Islam kepada penganut agama Hindu dan Budha pada masa itu agar lebih mudah untuk diterima. Uniknya lagi menara masjid ini dibangun tanpa menggunakan semen sebagai perekatnya dan juga dihiasi oleh 32 piring biru yang berhiaskan lukisan. 8. Masjid Agung Demak Pendirian masjid ini dilakukan oleh Raden Patah yang merupakan raja pertama dari Kesultanan Demak, beserta para Wali Songo di tahun 1466 dan pembangunannya selesai tahun 1479. Bangunan induk masjid ini ditopang oleh empat tiang utama yang bernama saka guru. Uniknya, salah satu dari tiang utama tersebut terbuat dari serpihan kayu, dan dinamakan saka latal. Di bagian samping masjid ini terdapat Museum Masjid Agung Demak. Museum tersebut menampilkan berbagai koleksi unik masjid yang bersejarah, seperti beduk dan kentongan yang dibuat oleh Wali Songo, kitab tafsir Al-Qurâan Jus 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, sepotong kayu dari saka latal yang diambil oleh Sunan Kalijaga, dan lain sebagainya. 9. Masjid Sunan Ampel Masjid bersejarah ini juga dibangun oleh salah satu Wali Songo yaitu Sunan Ampel di tahun 1421. Beliau bersama dua sahabatnya, Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji yang mendirikan Masjid Ampel. Luas bangunan kurang lebih 2 km persegi. Memiliki keunikan berupa 16 tiang kayu setinggi 17 meter dengan diameter 60 cm. Tiang-tiang dari kayu jati itu tidak terbuat dari sambungan kayu dan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana cara mendirikan tiang tersebut. Sampai saat ini kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, lokasi Masjid Sunan Ampel, tiap harinya dipenuhi oleh wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Ampel yang berada di sekitar halaman masjid. Selain itu di kompleks pemakaman masjid itu juga terdapat makam salah satu pahlawan nasional, KH Mas Mansyur. 10. Masjid Kotagede Yogyakarta Masjid Kotagede adalah masjid bersejarah dan tertua di Yogyakarta. Didirikan oleh Sultan Agung, Raja kerajaan Mataram, pada tahun 1640. Pembangunan masjid ini ini dikerjakan dengan bergotong-royong melibatkan pekerja beragama Hindu dan Budha, sehingga arsitektur bangunan masjid ini terlihat pengaruh bangunan Hindu dan Budha. Awalnya, Masjid Kotagede hanya seluas 100 meter persegi, namun Paku Buwono X memperluas bangunan masjid ini hinga mencapai meter persegi. Uniknya di bulan Ramadhan di Masjid ini sholat tarawih dilakukan pada saat jam Itulah 10 peninggalan masjid bersejarah yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat. Sumber referensi diakses tanggal 19 september 2014
- Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Dalam catatan sejarah, Islam diperkirakan masuk ke wilayah Indonesia pada abad ke-13. Namun, ada juga yang berpendapat Islam telah masuk Nusantara sejak abad ke-8. Islam kemudian disebarkan dan mendapatkan banyak penganut. Salah satu bukti berkembangnya Islam di Indonesia adalah munculnya masjid-masjid yang menjadi saksi adalah beberapa masjid bersejarah di Indonesia. Baca juga Sejarah Masjid Agung Baitunnur Blora Masjid Raya Baiturrahman Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid megah yang berada di Aceh dan menjadi simbol wilayah ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda 1607-1636 dari Kesultanan Aceh Darussalam. Namun, ada yang menyatakan bahwa Masjid Baiturrahman Aceh dibangun oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah pada 1292. Dalam sejarahnya, masjid ini pernah terbakar dua kali, yakni di era Sultan Nurul Alam 1675-1678 dan era Belanda pada 10 April 1878. Baca juga Masjid Raya Baiturrahman Aceh Sejarah, Fungsi, dan Arsitekturnya Masjid Raya Al-Mashun Masjid Raya Al-Mashun merupakan masjid yang terletak di Jalan Sisingamangaraja No 61, Medan. Masjid ini dibangun oleh Sultan Maâmud Al Rasyid Perkasa Alam dari Kesultanan Deli pada 1906 dan selesai pada 1909.
Masjid Peninggalan Kerajaan Islam â Interaksi agama Islam dan Nusantara sudah terjalin sejak lama. Pernah puia berdiri berbagai kerajaan di Nusantara, seperti Kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Mataram, Kerajaan Demak, Kerajaan Cirebon dan masih banyak lagi. Dari beberapa Kerajaan Islam meninggalkan beberapa bangunan bersejarah, seperti Keraton, Pesantren dan Masjid. Sebagai pusat dari kajian keislaman, Masjid menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kerajaan Islam. Beberapa Masjid Peninggalan Kerajaan Islam masih kokoh berdiri di berbagai daerah. Ada yang pernah dihancurkan penjajah, kemudian dibangun kembali. Dan ada pula yang tetap megah berdiri walau diterjang bencana alam. Sumber Dibawah ini ulasan lengkap mengenai Masjid peninggalan kerajaan Islam yang masih megah berdiri di Indonesia. Masjid Agung Demak Sumber Masjid dibangun pada tahun 1466 oleh raja pertama dari Kesultanana Demak, bersama para Wali Songo. Kemudian pembangunan masjid ini selesai pada tahun 1479. Bangunan utama masjid ini ditopang oleh empat tiang utama yang diberi nama saka guru. Menariknya, salah satu tiang terbuat dari sepihan kayu yang dinamakan saka latal. Sedangkan di samping masjid terdapat Museuym Masjid Agung Demak. Di dalam museum terdapat berbagai koleksi unik masjid yang bersejarah. Contohnya sepeti Beduk dan Kentongan yang dulunya dibuat oleh Para Wali Songo. Ada juga peninggalan dari Sunan Bonang berupa kitab tafsi Al-Qurâan Jus 15-30 yang ditulis tangan oleh Beliau. Selain itu, peninggalan dari Sunan Kalijaga Beruapa sepotong kayu. Dan masih banyak lainnya. Masjid Sultan Ternate Sumber Masjid ini dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Zainal Abidin. Namun, ada pendapat yang mengatakan pendirian masjid ini sekitar awal abad ke-17. Bahkan sampai saat ini belum diketahui angka pasti mengenai waktu tepat berdirinya Masjid Sultan Ternate. Kemegahan masjid ini menjadi simbol keberadaaan kerajaan islam di wilayah timur nusantara. Kerajaan ternate menetapkan Islam sebagai agama resmi kerajaan, tepatnya pada tahun 1486 Masehi. Selain itu, kerajaan juga memberlakukan hukum islam dan dibentuk lembaga yang sesuai dengan syariat islam. Serta kerajaan melibatkan para ulama dalam mengatur pemerintahannya. Masjid Agung Banten Sumber Masjid Agung Banten dibangun pada tahun 1560 pada masa pemerintahan sultan pertama dari Kesultananan Banten, Sultan Maulana Hasaniddin. Arsitek masjid ini bernama Tjek Ban Tjut, seorang arsitek dari Cina. Pada bagian atap bangunan Masjid Agung Banten menyerupai pagoda khas Cina. Sedangkan Untuk menara masjid memiliki tinggi 24 meter yang dibnagun oleh Hendrik Lucasz Cardeel, arsitek dari belanda. Menara Masjid Agung Banten terletak di sisi timur banyak dijadikan tempat wisata. Karena memang menara masjid ini yang di arsiteki oleh Cardeel begitu unik. Selain itu, arsitek dari belanda itu juga membangun bangunan khusus di sisi selatan masjid. Dulunya tempat itu digunakan sebagai tempat musyawarah. Untuk di sisi utara dan selatan terdapat makam para Sultan Banten dan Keluarganya. Masjid Raya Baiturrahman Aceh Sumber Youtube Masjid kebanggaan masyarakat aceh ini dibangun pada 1612 oleh Sultan Iskandar Muda. Ada juga yang berpendapat bahwa masjid ini di bangun oleh sultan Alaidin Mahmusyah pada tahun 1292. Masjid Peninggalan Kerajaan Islam ini pernah di hancurkan belanda pada tahun 1873. Akan tetapi pada tahun 1877 dibangaun kembali oleh belanda sendiri sebegai bentuk permintaan maaf. Pembangunan ulang masjid dilakukan pada tahun 1879. Waktu pembangunan masjid ini kurang lebih memakan waktu 4 tahun, atau selesai dibangun pada tahun 1883. Pada tahun 2004 ketika terjadi bencana Tsunami di aceh, masjid ini tetap megah berdiri. Masjid raya baiturrahman juga dijadikan tempat pengungsi saat itu. Masjid Katangka Sumber Menurut beberapa sumber, Masjid Katangka dibangun pada tahun 1603. Masjid ini merupakan Masjid Peninggalan Kerajaan Islam yaitu Kerajaan Gowa. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Provinsi Sulawesi Selatan. Asal kata nama masjid ini juga unik. Kata Katangka dijadikan nama masjid ini dikarenakan bahan baku pembuatan masjid menggunakan pohon Katangka. Masjid Raya Medan Sumber Masjid Raya Medan dibangun pada tahun 1906, dikenal juga dengan nama Masjid Al-Mashun. Pada tahun 1909 masjid ini selesai dibangun oleh Sultan Maâmun Al Rasyid perkasa alam. Penampakan Masjid ini dibangun semegah mungkin oleh Sultan Maâmun. Menurut beliau, masjid haruslah lebih megah dibandingkan dengan Istana Maimun, sebuah istana milik sultan. Untuk membangun masjid ini, bahan banguanan dan rancangan masjid dimpor dari luar negeri. Baha masjid seperti marmer untuk dekorasi masjid di impor dari Italia dan Jerman. Kemudian kaca patri dari Cina dan lampu gantung dari Prancis. Sedangkan untuk merancang masjid, sang Sultan menggunakan jasa arsitek dari Belanda. Tingdeman, perancang dari belanda ini merancang masjid ini dengan corak bangunan Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah. Campuran corak tersebut membuat masjid ini begitu unik dan menarik. Baca juga 7 Unsur Kebudayaan Universal Menurut Koentjaraningrat dan Para Ahli Masjid Raya Ganting Padang Sumber Sejarah mencatat bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1700 masehi. Masjid ini juga beberapa dipindahkan ke beberapa tempat. Kemudian pada akhirnya dibangun dan tidak dipindah lagi di daeerah Ganting, kota Padang, Sumatra Barat. Yang menarik dari bentuk masjid ini adalah model atap masjid yang berbentuk delapan. Masjid ini pernah mengalami pengembangan yang dibantu belanda sebagai kompensasi digunakannya tanah wakaf oleh pemerintah belanda. Belanda mengganti tanah yang dijadikan jalur transportasi pabrik semen Indarung ke Pelabuhan Telur bayur. Pada pembangunan masjid ini juga dibantu oleh para pekerja etnis cina. Pada tahun 1833 daerah padang dilanda gempa dan Tsunami. Uniknya sama seperti Masjid Raya Baiturahman, Masjid Peninggalan Kerajaan Islam ini tetap kokoh berdiri sampai sekarang. Ada juga fakta menarik mengenai masjid ini. Masjid megah ini pernah dijadikan tempat pengungsian pertama bung karno. Pada tahun 1942 saat Sebelum Beliau di kirim ke Bengkulu untuk diasingkan. Masjid Istiqlal Jakarta Sumber Salah satu kebanggaan bangsa indonesia yaitu Masjid Istiqlal merupakan Masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid Istiqlal dibangun ditempat bekas benteng Prins Frederik. Sebuah benteng yang dibangun oleh penjajah belanda pada tahun 1873. Untuk pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Bung Karno di tahun 1951. Artisek yang menangani pembangunan ialah Frederich Silaban. Lama pembangunan sekitar 17 tahun, dimulai 1961 dan selesai pembangunan pada tahun 1978. Arti Nama masjid Istiqlal juga menarik. Istiqlal yang berasal dari bahasa arab yang memiliki arti merdeka. Sampai saat ini masjid Istiqlal merupakan masjid yang dijadikan pusat dari berbagai perayaan keagamaan umat islam. Seperti Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi Muhammad, dan kegiatan tabligh akbar juga kerap diadakan di Masjid Istiqlal. Masjid Termegah di Asia tenggara ini mampu menampung hingga 200 ribu jamaah. Bangunan masjid ini juga terdiri dari satu lantai dasar dan lima lantai di atasnya. Masjid Agung Cirebon Sumber Masjid Agung Cirebon juga biasa disebut dengan nama Masjid Agung Kasepuhan atau masjid Agung Sang Cipta Rasa. Selain itu, masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Sunan Gunung Jati. Masjid ini terletak berada di wilayah kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat. Sang pemakrasa dari pembangunan masjid ini adalah Sunan Gunung Jati. Sekaligus beliau yang mengarsitek masjid ini. Untuk pembangunan masjid ini belum ada data yang pasti. Namun kurang lebih pembangunan masjid ini selesai pada tahun 1480. Tahun itu bertepatan dengan masa penyebaran agama islam oleh para Wali Songo. Ada hal yang unik dari masjid ini yaitu masjid itu memilii sembilan pintu yang menuju ke satu ruangan utama. Kesembilan dari pintu tesebut melambangan dari jumlah para wali yaitu sembilan. Masjid Menara Kudus Sumber Sama seperti masjid Agung Cirebon, Masjid Menara Kudus ini dibangun oleh salah satu Wali Songo yaitu Sunan Kudus. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 1549 di kota kudus. Batu pertama bangunan masjid ini istimewa yaitu batu yang berasal dari Baitul Maqdis, Palestina. Menariknya bentuk menara masjid ini mirip dengan bentuk candi. Hal ini menenjukkan terjadi pencampuran pengaruh kebudayaan agama hindu dan Budha pada bangunan Masjid. Bukan berarti sang sunan mencampurkan agama islam dengan agama lain. Namun itu merupakan cara Sunan Kudu untuk menyampaiakan ajaran agama Islam kepada masyarakat Jawa. Hal tersebut agar para para penganut Hindu dan Budha pada masa itu mudah menerima kedatangan agama Islam. Uniknya pada menaranya ialah dibangun tanpa menggunakan semen, hanya menggunakan tanah liat sebagai perekat bangunan. Serta dihiasi dengan 32 piring biri yang bergambarkan lukisan menarik. Masjid Sunan Ampel Sumber Masjid Peninggalan Kerajaan Islam ini dibangun oleh Sunan Ampel pada tahun 1421. Bersama kedua sahabatnya yakni Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji membangun Masjid Sunan Ampel ini. Luas masjid ini kurang lebih sekita 2 km persegi. Selain itu, bangunannya memiliki 16 tiang kayu setinggi 17 meter dengan diameter 60 cm. Tiang kayu tersebut utuh tanpa ada sambungannya. Bahkan samapi sekarang pun belum diketahui bagaimana Sunan Ampel dan kedua sahabatnya mendirikan tiang. Tiap harinya masjid tersebut dipenuhi para peziarah yang mampir ke masjid setelah atau akan berziarah ke makan Sunan Ampel. Letak makan Sunan tepat dihalaman masjid. Selain makam Sunan Ampel ada juga makam pahlawan nasional yang bernama KH Mas Mansyur. Masjid Kotagede Yogyakarta Sumber Masjid Kotagede Yogyakarta merupakan masjid yang tua sekaligus memiliki sejara yang panjang di Yogyakarta. Pertama didirikan pada tahun 1640 oleh Sultan Agung, Raja kerajaan Mataram. Proses pembangunan masjid ini melibatkan banyak pekerja, beberapa diantaranya ada pekerja yang beragam Hindu dan Budha. Dengan saling gotong royong mereka membantu membangun masjid ini. Terlihat juga arsitektur masjid ini juga mendapat pengaruh bangunan Hindu dan Budha. Pada awal pembangunan, masjid ini hanya memiliki luas sekitar 100 meter persegi. Kemudian oleh Paku Buwono X diperluas bangunan masjid ini hingga mencapai meter persegi. Ada yang menarik dan unik dari masjid ini pada saat bulan ramadhan. Bila masjid dibanyak tempat sholat tarawih hanya samapi jam 9. Di Masjid Kotagede Yogyakarta pelaksaan sholat tarawih bisa sampai jam 12 malam. Masjid Sultan Suriansyah Sumber Masjid Sultan Suriansyah disebut juga dengan Masjid Kuin, sebuah masjid yang memiliki sejarah di Kota Banjarmasin. Pembangunan masjid ini dilakukan pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah. Masjid ini menjadi masjid tertua di Kalimantan Selatan. Menariknya masjid ini terletak di tepi sungai Kuin bagian kiri. Untuk arsitekturnya berbentuk tradsional Banjarmasin dengan konstruksi panggung dan beratap tumpang. Sedang di bagian mihrab Masjid atap dibuat terpisah dengan bangunan utama masjid. Sekian ulasan mengenai Masjid Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia. Bila menurut penulis ada manfaatnya jangan lupa dibagikan. Terima kasih telah berkunjung dan membagikan artikel ini. Baca juga 4 Pengertian Tasawuf dalam Islam Menurut Tokoh Sufi Termasyhur
jelaskan mengapa semua bangunan masjid peninggalan sejarah di indonesia